Anies Baswedan

Anies Baswedan: Indonesia Butuh Evidence Based Policy, Bukan Collusion Based Policy

Dalam menyelesaikan krisis iklim dan mencapai keadilan iklim tentu kita bisa berusaha sendirian. Semua pihak harus terlibat, karena kita sudah seharusnya paham adanya iklim yang tidak bersahabat adalah ulah manusia. Termasuk kamu yang lebih memilih kendaraan pribadi dibanding transportasi umum.

Capek tidak sih, kalau lagi lagi pihak yang harusnya memprioritaskan penyelesaian krisis iklim malah punya kepentingan sendiri. Alih alih masalah terselesaikan, malah timbul masalah baru yang tentunya korbannya adalah masyarakat miskin yang rentan.

Jangan sampai kamu menjadi salah satu pihak yang menormalisasi pelaku bisnis yang berlaku sebagai regulator. Tidak usah mendebat, karena memang isu krisis iklim belum menjadi prioritas. Terbukti dari kebijakan yang hanya menguntungkan pihak tertentu saja.

Coba perhatikan bagaimana bisa penyelenggara negara malah memberikan subsidi pada mereka pemakai mobil listrik pribadi. Keuntungan sudah pasti hanya segelintir orang saja yang menikmati. Padahal harusnya mereka bisa memprioritaskan ekspansi dan memilih elektrifikasi transportai massal yang mana lebih bisa dinikmati masyarakat.

Ingat kata Anies Baswedan Indonesia itu butuh Evidence Based Policy, bukan Collusion Based Policy. Jangan hanya berpikir keuntungan dan menyingkirkan keadilan sosial padahal ini ada di Pancasila sila ke-5.

Pengertian Evidence Based Policy

Yang dimaksud Anies Baswedan akan EBP atau Evidence Based Policy adalah sebuah kebijakan yang berdasar penelitian dan informasi terbaik. Terkait hasil program untuk dijadikan pedoman pengambilan keputusan setiap kebijakan penyelenggara negara.

Artinya dalam penyelesaian krisis iklim penyelenggara harusnya melihat hasil dari setiap penelitian dan kondisi riil di setiap daerah di Indonesia. Dengan begitu akan lahir program atau gagasan yang lebih sesuai yang bisa menyelamatkan banyak kepentingan masyarakat tanpa terkecuali.

Pengertian Collusion Based Policy

Kebalikan dari EBP, kalau penyelenggara negara menerapkan Collusion Based Policy, maka tidak ada keadilan di dalamnya. Bagaimana keadilan iklim bisa tercapai apabila ada pihak pihak yang ingin meraup keuntungan sendiri.

Collusion Based Policy adalah kebijakan yang melawan hukum tentunya, bisa dilakukan oleh berbagai pihak yang punya kepentingan pribadi. Yang mana bisa merugikan masyarakat banyak bahkan negara Indonesia.

Jadi, jangan menutup mata, jangan hanya sebagai administrator. Jika memang penyelenggara negara kurang keberpihakkannya maka kitalah yang harus berkolaborasi menjadi problem solver. Ini akan lebih efektif, karena negara tidak mungkin sendiri menyelesaikan masalah krisis iklim, harus ad akita yang mau berkolaborasi dan berdiplomasi.

Ayo Kita Kuatkan Kolaborasi dan Diplomasi Untuk Atasi Krisis Iklim

Untuk mengatasi krisis iklim di berbagai daerah kita tidak bisa hanya mengandalkan solusi tunggal dari penyelenggara negara. Menurut Anies Baswedan kita butuh pendekatan kontekstual untuk menyelesaikannya. Mengingat kita tidak bisa memukul rata kondisi masyarakat di setiap daerah, harus ada kolaborasi dengan masyarakat adat.

Masyarakat adat atau komunitas daerah harus diandalkan, penyelenggara negara harus memberikan hak mereka untuk berpendapat. Adanya kolaborasi di tingkat lokal seperti ini tentu bisa mendorong percepatan keadilan iklim di Indonesia. Apalagi jika berimbang dengan kolaborasi dengan komunitas internasional.

Kita perlu memperlihatkan komitmen kita dimata dunia dalam menjaga ketertiban dunia. Salah satu caranya adalah dengan berbagi pengalaman terkait langkah penyelesaian krisis iklim yang sudah dilakukan di Indonesia. Langkah ini akan membuat kita bisa percaya diri berdiri sejajar dengan komunitas dunia.

Anies Baswedan sudah menunjukkan contoh penanganan krisis iklim lewat aksi nyatanya di Jakarta. Dan hasil juga bisa kita lihat, tapi tidak cukup sampai disitu karena penyelesaian krisis iklim harus konsisten dan berkelanjutan. Oleh karena itu sebagai generasi kiwari yang mewarisi bumi pertiwi kita harus bersumbangsih menawarkan kebaruan solusi untuk mengatasi krisis iklim di seluruh dunia.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *