Beralih Profesi Menjadi Freelance? No Need to Worry!

Bekerja 9-5 di perusahaan memang bukan lagi jalan satu-satunya untuk memperoleh penghasilan di zaman yang serba modern ini. Banyak millenial dan gen z yang mulai mempertimbangkan beralih profesi menjadi freelance. Selain waktu kerja yang fleksibel, gaji yang lebih variatif, hingga lokasi kerja yang beragam dapat menjadi motivasi yang kuat. Namun bagaimana dengan benefit yang sebelumnya diberikan oleh perusahaan seperti asuransi atau BPJS? Kamu tidak perlu khawatir karena freelancer termasuk ke dalam golongan pekerja Bukan Penerima Upah yang merupakan salah satu jenis keanggotaan program BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga sebagai freelancer dengan keanggotaan BPU BPJS Ketenagakerjaan ini, kamu akan tetap memperoleh layanan jaminan sosial dan proteksi dari pemerintah.

 

Apa saja yang termasuk ke dalam Bukan Penerima Upah?

  1. Pemberi kerja yaitu merupakan orang yang memiliki usaha atau bisnis tersebut
  2. Pekerja yang berada di luar dari hubungan kerja atau bekerja secara mandiri. Misalnya pengacara, freelancer dan juga arsitek.
  3. Pekerja atau karyawan yang tidak menerima upah atau gaji atau berada dalam sektor informal. Misalnya petani, nelayan dan supir angkot.

Dari 3 jenis BPU di atas sudah bisa dipastikan bahwa sebagai freelancer, kamu tidak perlu ragu untuk mendaftarkan dirimu dalam keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan. Bagaimanakah caranya? Kamu hanya perlu mempersiapkan NIK, mengisi formulir F1 BPU untuk pendaftaran, mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan dan setelahnya kamu akan langsung terdaftar dalam BPJS BPU. Apabila sudah terdaftar, kamu akan memperoleh jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua dari program BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Selain manfaat BPJS, ada manfaat-manfaat lain yang bisa kamu peroleh saat menjadi freelancer, diantaranya adalah:

  • Tidak terikat jam kerja. Menjadi freelancer berarti terbebas dari fingerprint atau absensi kantor. Selama kamu bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline dan ekspektasi, durasi waktu kerja bukan menjadi tuntutan.
  • Bebas lokasi bekerja. Bekerja freelance berarti bekerja dari mana saja. Pekerjaan ini cocok bagi kamu yang tidak suka suasana kantor, menghindari macetnya jalanan, atau bekerja remote antar kota ataupun negara.
  • Prospektif, kesempatan untuk menjadi seorang freelancer sangat tinggi mengingat banyak perusahaan yang saat ini membutuhkan freelancer.
  • Gaji yang diterima freelancer fluktuatif tergantung proyek yang sedang dikerjakan sehingga bisa mengatur apakah ingin pendapatan lebih atau tidak setiap bulannya.

Beralih profesi menjadi freelance tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kamu yang terbiasa bekerja di perusahaan. Oleh karena itu, kamu bisa pelajari terlebih dahulu beberapa skillset dasar yang harus dimiliki oleh semua freelancer, yaitu:

  1. Memiliki skill khusus yang akan menjadi daya jualmu terhadap klien. Semakin tinggi skill seorang freelancer maka semakin tinggi daya jual nya jika hendak melakukan kerjasama dengan klien dalam sebuah proyek.
  2. Cepat beradaptasi. Hal ini wajib bagi freelancer karena mereka akan selalu dituntut untuk bekerja cepat dan tepat dibawah tekanan. Jika proses adaptasi kamu lambat, maka pekerjaan ini kurang cocok untukmu bahkan dapat menimbulkan stres.
  3. Komitmen dan profesionalitas kerja. Freelancer wajib memiliki time management yang baik dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga dapat selesai sesuai deadline dan tetap menjaga kepercayaan klien.
  4. Perkuat jaringan. Bergabunglah dengan komunitas freelancer yang kamu ketahui. Selain dapat memberikanmu banyak tawaran kerja, kamu juga bisa mendapatkan banyak teman diskusi saat bekerja dan pengalaman yang jauh lebih banyak daripada bekerja sendiri.

Semoga pembahasan di atas membuat kamu semakin yakin dan siap untuk beralih profesi menjadi freelancer, sehingga kamu bisa kerja lebih tenang dan pendapatan lebih menyenangkan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *