1 lot berapa lembar

Jenis-Jenis Saham dan Tips Bermain Saham

Saham merupakan dokumen berharga yang dicetak sebagai bukti kepemilikan suatu oerusahaan dengan menginvestasikan sejumlah dana. Saham ini berbetuk kertas yang diterbitkan oleh suatu perusahaan.

Pada saat anda membeli saham, maka anda akan mengisi jumlah satuan saham yang akan dibeli dengan satuan lembar.

Walaupun dihitung per lembar, namun transaksi saham tidak bisa dilakukan per lembar loh. Karena berdasarkan aturan Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi jual beli saham minimal dilakukan 1 lot saham. Lantas, 1 lot berapa lembar saham?

1 lot saham sama dengan 100 lembar saham. Lot sendiri merupakan satuan perdagangan yang digunakan oleh pihak bursa.

Aturan tentang jumlah lembar saham dalam satu lot sebenarnya sudah pernah mengalami perubahan. Awalnya, di pasar modal Indonesia, 1 lot sama dengan 500 lembar saham. Kemudian pada 1 Januari 2014 lalu terjadi perubahan jumlah lembar saham.

Hal ini dilakukan bertujuan supaya pasar modal Indonesia menjadi likuid. Dimana, dengan jumlah lot yang semakin kecil, diharapkan investor ritel juga bisa berinvestasi di pasar modal.

Jenis Saham Berdasarkan Kinerja Perdagangan

Jenis-jenis saham berdasarkan kinerja perdagangan terbagi menjadi 5, seperti :

 

  • Blue Chip Stocks

 

Blue Chip Stocks merupakan jenis saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bonafit bereputasi tinggi. Pada umumnya perusahaan yang mengeluarkan saham jenis ini merupakan petinggi di industri tersebut dan memiliki penghasilan yang stabil dan konsisten dalam membayar bagi hasil. Sehingga tidak heran kalau saham yang satu ini banyak dicari investor.

 

  • Income Stocks

 

Bisa dibilang Income Stocks ini merupakan saham unggulan yang selalu membayar laba lebih besar dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada periode sebelumnya.

 

  • Growth Stocks

 

Growth Stocks merupakan saham dengan pertumbuhan pemasukan perusahaan yang cukup tinggi, meskipun perusahaan tersebut bukan termasuk perusahan petinggi di industri tersebut.

 

Jenis saham yang satu ini terdiri dari dua, yakni Well-Known dan Lesser-Known. Well-Known adalah saham growth stock yang berasal dari perusahaan petinggi pada suatu industri. Sedangkan Lesser-Known merupakan saham growth stock yang berasal dari perusahaan yang tidak begitu terkenal.

 

  • Speculative Stocks

 

Speculative Stocks merupakan jenis saham yang bisa memberikan keuntungan tinggi namun tidak bisa memberikan laba secara konsisten.  Saham yang satu ini sangat cocok bagi investor dengan profil risiko high risk.

 

  • Counter Cyclical Stocks

 

Ini merupakan jenis saham yang memiliki kondisi paling stabil disaat kondisi ekonomi bergejolak sekalipun. Pasalnya, saham ini tidak terpengaruh dengan kondisi ekonomi dan bisnis. Keuntungan yang didapatkan pada saham ini sangat tergantung pada perusahaan yang mengeluarkannya.

Tips Bermain Saham

Sebelum terjun ke duna saham ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut tips bermain saham:

  • Pilih Perusahaan Yang Keuangannya Stabil

 

Bagi anda yang baru pertamakali terjun ke dunia saham, maka pilihlah perusahaan yang keuangannya stabil. Oleh karena itu, lakukan riset terlebih dahulu dan membaca seluk beluk dari perusahaan yang akan anda investasikan tersebut. Hal ini sangat penting dilakukan bagi anda pemula saat ingin bermain saham.

 

Jangan malas untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk melakukan seleksi di setiap perusahaan. Anda pastikan keuangan dari perusahaan tersebut sangat bagus sehingga bisa meminimalisir kerugian.

 

  • Pantau Pergerakan Ekonomi

 

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan saat bermain saham adalah memantau pergerakan ekonomi baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan mengetahui kondisi pasar saham saat ini, anda akan bisa memprediksikan pergerakan saham yang dimiliki.

 

Apabila kondisi pasar sedang normal, anda bisa coba memulai saham baru. Namun sebaliknya, jika kondisi pasar sedang memburuk maka anda bisa menahan diri untuk membeli atau menjual saham. Selain itu, memahami sentimen pasar pun sangat penting dilakukan. Pasalnya hal ini juga bisa mempengaruhi naik turunnya saham.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *