provisi adalah

Ketahui Perbedaan Biaya Provisi dan Biaya Administrasi!

Provisi adalah biaya administrasi yang dikenakan kepada nasabah atas pinjaman yang dikucurkan oleh bank. Biaya provisi menjadi salah satu biaya yang pasti akan dikenakan bank kepada nasabahnya yang hendak mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Berapa persen biasanya biaya provisi bank? Persentase biaya provisi sendiri tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Tetapi pada umumnya bank mengenakan biaya provisi sebesar 1% dari nilai pokok kredit. Walupun demikian, dalam kondisi tertentu contohnya pada perayaan ulang tahun bank, tidak jarang bank akan memberikan spesial promo yakni gratis biaya provisi bagi nasabah yang ingin mengajukan pinjaman. Perlu diketahui, pengenaan biaya provisi hanya dilakukan satu kali, yakni di awal sebelum akad kredit berlangsung dan dibayarkan secara tunai kepada bank tanpa memotong jumlah pinjaman yang dikucurkan. Biaya provisi yang dikenakan oleh bank diperlukan untuk pengurusan dokumen dan administrasi yang berkaitan dengan proses pengajuan KPR. Karena, mengurus KPR tentunya membutuhkan proses yang panjang dan kompleks. Pada konsepnya, biaya provisi hampir sama dengan biaya administrasi bank.

 

Berbeda dari jenis biaya lainnya, biaya provisi merupakan biaya yang dikenakan di muka dan umumnya tidak dapat dikembalikan. Biaya tersebut bersifat wajib yaitu harus dibayar oleh calon debitur ketika mereka mengajukan pinjaman kredit rumah atau properti lainnya. Persentase biaya provisi dapat bervariasi antara 1% hingga 3%. Namun, sebagian besar bank memilih 1% dari nilai pokok kredit. Sehingga apabila pokok kreditnya sebesar Rp550 juta, maka biaya provisi yang harus dibayar debitur adalah Rp5.500.000,- dan harus langsung dilunasi kepada bank. Ketika mengajukan pinjaman apapun termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), bank akan mengenakan dua biaya yakni provisi dan administrasi. Biaya provisi digunakan untuk membiayai segala keperluan yang berkaitan dengan proses pemberian pinjaman tersebut. Contohnya biaya fotokopi berkas, komisi marketing, dan lain sebagainya. Sedangkan biaya administrasi diperlukan bank untuk mengurus segala dokumen dan proses pengajuan KPR.

 

Kedua biaya tersebut di atas wajib ditanggung oleh pembeli, dan masuk ke dalam daftar biaya jual beli rumah. Untuk nominal biaya provisi dan administrasi tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Namun pada umumnya, biaya administrasi dikenakan sebesar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu. Lantas bagaimana dengan hitungan biaya provisi? Dari penjelasan di atas jelas bahwa biaya provisi adalah salah satu biaya yang harus dibayarkan saat mengajukan pinjaman ke bank, seperti misalnya ketika mengajukan KPR.

 

Perbedaan Biaya Provisi dan Biaya Administrasi

Biaya Provisi

  • Biaya Provisi digunakan untuk membiayai semua keperluan yang berkaitan dengan proses pemberian pinjaman tersebut, seperti biaya fotocopi berkas, komisi marketing dan lain sebagainya.
  • Biaya provisi dikenakan sebesar 1%-3% dari total nilai kredit yang diberikan bank kepada nasabah.
  • Biaya provisi hanya dibayarkan satu kali secara tunai sebelum akad kredit berlangsung.

Biaya Administrasi

  • Biaya administrasi diperlukan bank untuk mengurus segala dokumen dan proses pengajuan KPR.
  • Biaya administrasi dikenakan sebesar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu.
  • Umumnya dibayarkan sebelum proses pengurusan KPR dilakukan.

Selanjutnya, setelah Anda mengetahui secara detail tentang biaya provisi, tujuan pengenaan biaya berikut besarannya, maka Anda juga harus mengetahui bahwa terdapat biaya lain yang dikenakan bank ketika pengajuan KPR. Nominal biaya inipun sudah diatur di awal, dan disampaikan kepada nasabah sebelum proses pengajuan KPRyang Anda ajukan ditindaklanjuti oleh Bank.

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *